Friday, August 28, 2015

sertakan hati

assalamualaikum

H-1 Silaturahim TMB, H-7 ATWC MBF, H-7 PIMPI, dan H-3 Kuliah.

setiap hari ke kampus tapi kerjaannya mondok di sc terus sampai malam itu sesuatu. to do list DDD sampai menyentuh halaman kedua. yang ditempel di dinding sekret forces gemes rasanya pengen diceklisin. lelah liat logo PIMPI gede banget digelar-gelar. tiap dateng yang dicariin kardus, styrofoam, cutter, doubletape, lem fox.

atau yang kerjaannya danus brownco. atau danus apa aja. sampe kumpul TIN juga mau didanusin. baju fahutan juga hampir dibisnisin. print surat sebanyak mungkin untuk semua kemungkinan yang pada akhirnya nggak ada satupun yang dipakai --karena keputusan akhir yang datang entah dari mana. muter fateta nyari ruangan dosen. atau ketua himateta. atau cap himateta. terusan danus lagi. 

atau yang kalau RG kerjaannya dikasih snack sama bang wicak sekotak seorang buat didanusin. pernah kumpul di Surabi Riweuh tapi mbanya saking riweuh masak surabi lama banget datengnya. yang mau pake wristband. ngeliatin urutan abjad kata kunci abstrak orang-orang. yang websitenya kece pisan. 

dan terakhir, yang semangatnya terpantik lagi malam ini. yang dalam dua jam tadi bisa jadi tiga matriks wuhu. tiba-tiba informasi tentang sistem pompa, buku elektronika, aki, adaptor, dst berputar di kepala. terus datang Bagas dan Dela dengan semua cerita pengalaman orang-orang hebat dari sekret. yang tadinya mau ikutan lomba tapi salah baca deadline. semacam mau melangkah tapi masih ngawang tapi harus melangkah gabisa jalan di tempat. ya kalau engga coba maju gimana bisa sampai? 

"Jangan tunggu sampai dapat ilmu. Jadikan hal-hal kayak gini jadi sarana 'pemaksa' kamu untuk mau tidak mau belajar dan tahu lebih dulu --yang sebenernya pun engga ada salahnya kan?"

kalau kata Holif, harusnya fokus satu dulu selesaikan baru yang lain. tapi kok susah ya, iya kan Del? :(

tapi --lagi-lagi; gaakan tahu sebelum mencoba bukan?

kalau kata kak Ai ikan, memang harus ada yang dikorbankan. wey tidur kamu masih jauh lebih dari cukup bung, haha.

satu lagi yang ditemukan dari catatan yang ternyata umurnya sudah lebih dari dua tahun yang lalu;

"Kamu nangis, berarti kamu mengurusi hal itu pakai hati."

ya, memang belum se ekstrim itu, tetapi selamat menyelesaikan semua hal dengan maksimal. jangan lupa sertakan hati ya:)